Rivemi Gusyanti

simple.. just to be a good person, good muslim(ah), good woman and good dentist.. :) amin.. "Do the best and get Ridho Allah swt"
Recent Tweets @vemimemi

Kamu berantakan dan aku terlalu rapi, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu tepat waktu sedang aku sering lupa waktu, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu cerdas dan aku biasa-biasa saja, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu pendiam lalu aku banyak bicara, bisakah kita menyeimbangkan?
Kamu suka membaca…

rsvnr:

Oh Allah, remove all arrogance in my heart, and teach me to be humble, to always remember You in everything I do.

(via islamicgirl)

Mungkin benar agaknya.. kita harus pergi dulu untuk tahu arti rindu. Kita harus sakit dulu untuk tahu arti sehat

Dan mungkin, kita harus berhenti dulu utk tahu apa harus lanjut atau tidak, atau aku harus hilang dulu untuk tahu aku dicari atau tidak…

…dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya mentaati kesabaran.

Sama hal nya ibu yang selalu menasehati dan kita mrasa amat bawel..tapi ketahuilah itulah tanda cinta dan sayang kepada kita.. sekarang terserah anda, bila tak ingin, maka tak akan ada lagi hal yg mmbuat anda kesal.

…dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya mentaati kesabaran.

Sama hal nya ibu yang selalu menasehati dan kita mrasa amat bawel..tapi ketahuilah itulah tanda cinta dan sayang kepada kita.. sekarang terserah anda, bila tak ingin, maka tak akan ada lagi hal yg mmbuat anda kesal.

Malas memperbaiki diri, adalah tegas melanjutkan kesulitan.

Menunda memperbaiki keadaan buruk, adalah memperpanjang keadaan yang tidak membahagiakan.
Mario Teguh (via marioteguh)

Mknya selalu niatin perbaikan diri tiap hari!!

my-daily-inspiration-photos:

Writers Write | via Facebook on We Heart It.

Ah..hobby aku banget deh ini ngumpulin note book.. ♡♡

(via ofhopeandfear)

Ahh..mungkin bibirku bisa saja berkata “tidak” tapi mataku berbicara “aku suka sosok berbaju koko nan rapi”..

Jika seseorang telah menunjukkan sisi terlemahnya padamu, maka yakinlah, ia telah percaya sepenuhnya padamu. Sebaliknya, jika ia hanya menunjukkan sisi terbaiknya saja, maka jangan berharap apapun.

Pada awal dan pada akhirnya kita akan sendiri. Sendiri bahkan ditempat ramai.
Berawal hidup di rahim seorang ibu. Saya sendiri (karena memang bukan kembar), terlahir menjadi seorang bayi yang keluar dari mulut rahim ibu sendiri.

Tumbuh menjadi seorang gadis yang memilih SENDIRI untuk menuntut ilmu ke negeri orang sendiri. Berjuang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa yang dengan penuh tekanan dan kesulitan sendiri.

Menghadapi yang namanya SKRIPSI seorang diri dengan tanggung jawab yang diemban seorang diri.

Menjalani sebagai dokter gigi muda dengan mencari pasien sendiri. Menggalau dikamar sendiri, menangis sendiri.

Ya pada akhirnya kehidupan tanpa kita sadari kita jalani sendiri.
Orang lain yang bersama kita memang berjudul “menemani” tapi, tanpa kita sadari pula mereka pun sendiri.

Pergi dan ditinggal sendiri. Seperti itulah pada akhirnya. Dan itulah jalannya. Karena tak selamanya kita bersama dengan teman, ntah itu teman sahabat kita, bahkan teman hidup kita sekalipun.

Dan pada akhirnya juga dialam kubur pun kita sendiri.

Ya sudah.. nikmati saja mungkin..

Telanlah rasa sedihmu, bersabarlah, dan naiklah.
Tuhan mentenagai jiwa yang tabah.
Mario Teguh (via marioteguh)